Ketika cinta telah patah, apakah ia seperti ranting-ranting kering yang tak lagi bergetah?
Gugur semua bunga dan keindahan. Angin yang terbang dengan serbuk-serbuk candu dari
dada petualang pun tiada mampu menumbuhkan daun-daun baru. Tunas-tunas hijau tempat
embun berayun di pagi hari melukis senyum matahari, sinar. Dan burung-burung kecil
kehilangan dahan buat melepas puisi dari helai-helai sayapnya. Kemanakah suara seruling
senja yang bernyanyi dari gemersik hati dan selalu berbisik manja di telinga kekasih itu?
Adakah musim gugur telah menyimpannya di sebuah kolam bersama sirip-sirip ikan yang
menggelepar?

No comments:
Post a Comment